Februari 2, 2008 oleh chory21
Sekitar tahun 1999 kami bertiga bertugas di Bukit Tinggi, untuk dakwah ramadhan. Malam pertama saya berkesempatan ceramah di mesjid sebelah dan alhamdulillah berjalan lancar. Malam keduanya saya mengisi di mesjid lainnya. Cermah saya sampaikan, bahkan saking semangatnya, keringat saya bercucuran. Tapi ada yang membuat saya heran dengan sikap jamaah yang kelihatannya dingin -dingin saja mendengar ceramah saya, saya tambahi dengan cara cerita lucu. Tetapi hasilnya tetap sama,tak ada respek.Setelah kembali ke rumah kami ngobrol-ngobrol sambil makan, saya bertanya pada teman.”ceramah saya tadi ko kurang direspon, ya?”. “Ya jelas,”kata teman saya.”Sebenarnya tadi bawah saya juga malu,karena apa yang kamu ceramahkan sebagian besar saya sampaikan malam kemarin, termasuk cerita-cerita yang lucu itu. Waduh, pantesan walaupun keringat bercucuran membasahi gamis tetap tidak respon.Rupanya sudah didengar malam kemarin. Sata perguruan sih.
Konflik:
Pendakwah denga jemaa, karena ceramahnya kurang direspon.
Watak:
Percaya diri dan bersemangat”bahkan saking semangatnya,keringat bercucuran”.
Amanat:
Sebelum melaksanakan kegiatan alangkah baiknya terlebih dahulu musyawarah denga teman.
Ditulis dalam CERPEN | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Kau masih tetap seperti yang dulu
Yang selalu tegar dalam menjalani hidup
Oh…….. kasih tak sampaiku
Walaupun kau t’lah pergi
Namun aku masih tetap mencintaimu
Walaupun ku harus mati
Tuk selalu mencintaimu
Dalam lubuk hatiku
Ku berkata…………….
Kau masih kekasihku
Ditulis dalam Puisi Baru | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Naluriku selalu berkata
Aku sangat mencintaimu
Namun apa boleh buat kau menghianati cinta kita
Inilah kenyataannya yang aku alami sekarang
Rasanya berat sekali aku melupakan dirimu
Oh……….Tuhan bantu aku untuk melupakannya
Hanya padamu aku berserah diri
Aku tau apa cinta sejati itu
Entah kapan aku merasakan cinta sejati pada diriku ini
Namun aku harus menerima kenyataan ini
Ini mungkin perjalanan kisah cintaku yang penuh dengan segala cobaan
Ditulis dalam Puisi Baru | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Parasnya elok amat sempurna
Patah menjelis bijak laksana
Memberi hati bimbang gulana
Kasih padanya mulia dan hina
Akan Rahmah puteri bangsawan
Parasnya elok sukar dilawan
Sedap manis barang kelakuan
Sepuluh tahun umurnya tuan
Ditulis dalam Puisi Lama | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Kurang pikir, kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
Orang bodoh jatuh senggsara
Orang rajin banyak saudara
Ditulis dalam Puisi Lama | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Dahulu parang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci
Pinggan tak retak, nasi tak dingin
Tuan tak hendak, kami tak ingin
Ditulis dalam Puisi Lama | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Dari mana hendak ke mana
Dari Jepang ke Bandar Cina
Kalau boleh kami bertanya
Bumga yang kembang siapa yang punya
Ditulis dalam Puisi Lama | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Bintang apa tanduk di kaki
Ditulis dalam Puisi Lama | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Elok rupanya pohon blimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah ketawa jua
Ditulis dalam Puisi Lama | Leave a Comment »
Januari 31, 2008 oleh chory21
Mendapat rusa belang kaki
Berburu ke padang datar
Berburu kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi
Ditulis dalam Puisi Lama | Leave a Comment »