Arsip untuk Januari, 2008

SERPIHAN HATI

Januari 31, 2008

Kau masih tetap seperti yang dulu

Yang selalu tegar dalam menjalani hidup

Oh…….. kasih tak sampaiku

Walaupun kau t’lah pergi

Namun aku masih tetap mencintaimu

Walaupun ku harus mati

Tuk selalu mencintaimu

Dalam lubuk hatiku

Ku berkata…………….

Kau masih kekasihku

Patah Hati

Januari 31, 2008

Naluriku selalu berkata

Aku sangat mencintaimu

Namun apa boleh buat kau menghianati cinta kita

Inilah kenyataannya yang aku alami sekarang

Rasanya berat sekali aku melupakan dirimu

Oh……….Tuhan bantu aku untuk melupakannya

Hanya padamu aku berserah diri

Aku tau apa cinta sejati itu

Entah kapan aku merasakan cinta sejatiĀ  pada diriku ini

NamunĀ  aku harus menerima kenyataan ini

Ini mungkin perjalanan kisah cintaku yang penuh dengan segala cobaan

SYAIR

Januari 31, 2008

Parasnya elok amat sempurna

Patah menjelis bijak laksana

Memberi hati bimbang gulana

Kasih padanya mulia dan hina

Akan Rahmah puteri bangsawan

Parasnya elok sukar dilawan

Sedap manis barang kelakuan

Sepuluh tahun umurnya tuan

GURINDAM

Januari 31, 2008

Kurang pikir, kurang siasat

Tentu dirimu kelak tersesat

Orang bodoh jatuh senggsara

Orang rajin banyak saudara

KARMINA

Januari 31, 2008

Dahulu parang sekarang besi

Dahulu sayang sekarang benci

Pinggan tak retak, nasi tak dingin

Tuan tak hendak, kami tak ingin

PANTUN PERKENALAN

Januari 31, 2008

Dari mana hendak ke mana

Dari Jepang ke Bandar Cina

Kalau boleh kami bertanya

Bumga yang kembang siapa yang punya

PANTUN TEKA-TEKI

Januari 31, 2008

Kalau puan, puan cerana

Ambil gelas di dalam peti

Kalau tuan bijak laksana

Bintang apa tanduk di kaki

PANTUN JENAKA

Januari 31, 2008

Elok rupanya pohon blimbing

Tumbuh dekat pohon mangga

Elok rupanya berbini sumbing

Biar marah ketawa jua

PANTUN NASIHAT

Januari 31, 2008

Mendapat rusa belang kaki

Berburu ke padang datar

Berburu kepalang ajar

Bagai bunga kembang tak jadi

Sajak Buat Anakku

Januari 31, 2008

Sampai dimanakah cinta ayah dan ibu, anakku

Kalau tidak hingga ke ujung-ujung jari?

Akan tinggal saja menggapai, melambai dari stasiun kecil

Pelabuhan kecil

Kemudian engkau sendirilah ayah dan ibu

Dari nasibmu

Terimalah bumi dan langit,hujan terik

siang serta malam hari kalbumu

Sekali tiba saat kau tegak sendiri

Berdirilah atas bahu,ya,pijaklah kepada kami

Jangkau bintang-bintangyang dari abad ke abad

Cuma dapat kami tengadahi!

Amanat:

Raihlah cita-citamu dengan pengorbanan karena tanpa pengorabanan suatu hal pasti tidak akan berhasil.

Majas puisi di atas adalah majas anti klimaks karena kata”bintang-bintang”