Satu Perguruan

Sekitar tahun 1999 kami bertiga bertugas di Bukit Tinggi, untuk dakwah ramadhan. Malam pertama   saya berkesempatan ceramah  di mesjid sebelah dan alhamdulillah berjalan lancar. Malam keduanya saya mengisi di mesjid lainnya. Cermah saya sampaikan, bahkan saking semangatnya, keringat saya bercucuran. Tapi ada yang membuat saya heran dengan sikap jamaah yang kelihatannya dingin -dingin saja mendengar ceramah saya, saya tambahi dengan cara cerita lucu. Tetapi hasilnya tetap sama,tak ada respek.Setelah kembali ke rumah kami ngobrol-ngobrol sambil makan, saya bertanya pada teman.”ceramah saya tadi ko kurang direspon, ya?”. “Ya jelas,”kata teman saya.”Sebenarnya tadi bawah saya juga  malu,karena apa yang kamu ceramahkan sebagian besar saya sampaikan malam kemarin, termasuk cerita-cerita yang lucu itu. Waduh, pantesan walaupun keringat bercucuran membasahi gamis tetap tidak respon.Rupanya sudah didengar malam kemarin. Sata perguruan sih.

Konflik:

Pendakwah denga jemaa, karena ceramahnya kurang direspon.

Watak:

Percaya diri dan bersemangat”bahkan saking semangatnya,keringat bercucuran”.

Amanat:

Sebelum melaksanakan kegiatan alangkah baiknya terlebih dahulu musyawarah denga teman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: